Program Kerja DPP Himtani 2020-2025: Mengubah Pola Pikir Dalam Memenuhi Kebutuhan Pangan

  • Share

HimtaniNews: Sejarah mencatat fakta bahwa bangsa Indonesia (terutama penduduk asli nusantara) pernah dijajah selama lebih dari tiga abad. Sehingga pola pikir beberapa generasi keturunan kebanyakan masyarakat Indonesia termasuk kita masih terbelenggu oleh rasa inverior dan luar negeri minded. Semua produk yang datang dari luar negeri diyakini lenih baik dan berkualitas prima. Oleh karena itu ada kecenderungan kita lebih menghargai barang/jasa yang diimport dari luar negeri daripada produksi dalam negeri. Seolah kita kurang bersyukur atas karunia Alloh swt kepada kita. Indikasinya adalah bahwa Indonesia sebagai negara agraris tetapi juga menjadi negara pengimport komoditas hasil pertanian dengan rangking cukup tinggi, seperti: Beras, Gula, Kedelai, Daging, bahkan Garam, yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri.

Mungkin kita perlu lagi instropeksi diri bahwa wilayah nusantara ini telah mendapat Rahmat dari Alloh swt dengan kesuburan tanah yang luar biasa, berbagai jenis tanaman ada disini dan bisa dimanfaatkan oleh manusia. Bahkan berbagai jenis tanaman rempah berasal dari tanah nusantara sehingga wilayah ini pernah dan masih diperebutkan oleh bangsa-bangsa kuat di dunia. Orang menyebut Indonesia dengan berbagai istilah, seperti “Negara yang Gemah Ripah Loh Jinawi”, “Zambrut Katulistiwa”, “Serpihan Tanah Surga”, dll.

Ironisnya, bila melihat fenomena dan berbagai angka statistik kehidupan masyarakat tani dan nelayan Indonesia yang justru disampaikan oleh pejabat/lembaga pemerintah sangat berbeda dengan harapan. Sebagai contoh, data BPS tahun 2017 menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir terjadi penurunan jumlah petani sekitar 1%/tahun dan bahkan jumlah nelayan menyusut menjadi sekitar 50%. Hal ini dikarenakan penghasilan mereka relative sangat kecil, sekitar Rp100/hari untuk nelayan, dan Rp 50/hari untuk petani. Sehingga taraf hidup mereka sulit untuk dapat berubah ke arah yang lebih baik. Akhirnya mereka cenderung untuk beralih profesi dan/atau berpindah tempat. Dengan keterbatasan skill yang mereka miliki maka dapat diperkirakan kehidupan mereka akan sulit untuk menjadi lebih baik. Bahkan dalam beberapa kasus justru dapat menimbulkan masalah sosial baru. Kondisi tersebut adalah sebagai efek dari kekeliruan Kebijakan Pembangunan yang Timpang antara Wilayah Perkotaan (Urban Area) dengan Wilayah Pedesaan (Rural Area). Terkait dengan kondisi tersebut, kiranya perlu meniti balik perjalanan bangsa, khususnya terhadap jejak perjuangan dan pesan para pendiri bangsa. Bapak Proklamator yang sering terlupakan, yaitu Bapak DR. Drs. H. Mohammad Hatta. Dengan mendasarkan pemikiran bahwa Tanah Air bermakna Petani dan Nelayan yang harus senantiasa dibela dan diperjuangkan nasibnya, maka langkah pertama yang Beliau lakukan adalah meletakan dasar-dasar perekonomian nasional mengikuti azas Koperasi, yaitu kekeluargaan. Beliau, Bung Hatta juga mendorong perlunya terbentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan. (BKTN) yang sekarang menjadi BRI (Prof. DR. Sri Edy Swasono, September 2020) Fakta-fakta yang dikemukakan dan pesan-pesan dari Bapak Proklamator, DR. Drs. H. Mohammad Hatta, di atas adalah tantangan sekaligus motivasi bagi HIMTANI untuk menyusun dan melaksanakan program-program ke depan. Oleh karena itu, di bawah DPP HIMTANI 2020 – 2025, Program yang telah dan sedang dilaksanakan oleh HIMTANI akan lebih ditingkatkan, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan petani dan nelayan, sekaligus yang berdampak pada penerekonomian nasional, adalah sebagai berikut :

 

A.  PROGRAM JANGKA PENDEK

I. Penguatan Kelembagaan

  1. Konsolidasi Kepengurusan dan Anggota Organisasi (Pusat sd Daerah)
  2. Peningkatan Sumber Daya Manusia (Sosialisasi, Ceramah, Diskusi, Seminar)
  3. Pemenuhan Sarana dan Prasarana Organisasi (Legalitas dan Perkantoran)

II. Program Perintisan

  1. Budidaya Tanaman (Pangan, Obat2an, Non-Pangan)
  2. Budidaya Peternakan (Unggas, Kaki 4, Hewan Piaraan)
  3. Budidaya Perikanan ( laut/air tawar, kolam dan keramba apung)

 

B.  JANGKA MENENGAH

I.  Penguatan Kelembagaan

  1. Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pengurus Organisasi
  2. Kerjasama Pemodal, Petani, Pemasaran (KP3)
  3. Kerjasama 3 Sisi dengan Pemerintah dan Swasta (Public Private Partnership- P3) Pembentukan Koperasi/Badan Usaha Pemasaran dan/atau Produksi

 

II. Pemberdayaan dan Dukungan Anggota Inovatif

  1. Pelatihan Keterampilan Khusus ( Pertanian, Perikanan, Perkebunan, dan Peternakan)
  2. Peremajaan dan Perluasan Perkebunan Rakyat (P3R) – (Tanaman Komoditas Ekspor sesuai dengan daerahnya seperti pembibitan dan perkebunan Pala di Maluku)
  3. Pencetakan Sawah dan Perkebunan (Keterlibatan HIMTANI Secara Aktif pada Program Pemerintah)
  4. Peningkatan kualitas Usaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terutama yang terkait dengan produk pertanian, peternakan dan kelautan/perikanan.
  5. HIMTANI GARDEN, Program Pertanian Terpadu antara tanaman makanan pokok, perkebunan, perikanan dan peternakan dalam satu lokasi. Lokasi ini juga dapat dijadikan area wisata ( Agrowisata). Program ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitarnya sekaligus mensuplay bahan pangan kepada masyarakat luas.

 

C. JANGKA PANJANG

I.  Penguatan Kelembagaan

  1. Pembentukan Lembaga Lembaga Baru Yang Diperlukan
  2. Pembentukan Lembaga Keuangan Mikro (BPR Syariah)
  3. Internasionalisasi (membuka hubungan dengan organisasi sejenis di luar negeri)

II Pemberdayaan dan Dukungan Anggota Inovatif

  1. Peningkatan SDM Melalui Pendidikan dan Pelatihan Khusus (sesuai dengan kebutuhan, baik di dalam maupun di luar negeri)
  2. Mekanisasi Sarana dan Prasarana Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Perkebunan.
  3. Perintisan Pendirian Perguruan Tinggi (Oceanography Univerity of Nusantara)

 

D. PENUTUP

Mengingat ketimpangan pembangunan infrastruktur perkotaan dengan pembangunan infrastruktur perdesaan dapat menggagalkan tujuan pembangunan nasional. Maka Anggota HIMTANI perlu secara aktif meluruskan pola pikir para pengambil kebijakan baik di pusat maupun di daerah, melalui kritik, saran, usulan kegiatan dan program agar terlaksananya Pembangunan Yang Berkeadilan. Perlu juga pemahaman dan keyakinan seluruh Anggota HIMTANI bahwa Ketahanan Pangan adalah dasar Kekuatan Kedaulatan Negara.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *